Kamis, Juni 30, 2022

KPU Terbiasa tidak Capai Target

Must Read

PEMALANG – Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang patut dipertanyakan. Sebab, penyelenggara pemilu tersebut tidak bisa mencapai target dalam pekerjaannya. Hal itu terbukti dari angka partisipasi masyarakat (parmas) yang masih minim alias jauh dari target yang sudah ditetapkan KPU RI.

”Soal target tidak tercapai itu sudah biasa,” kata Agus Setiyanto, Komisioner KPU Pemalang Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia (Parmasdiklih dan SDM) saat dihubungi wartawan Joglo Jateng, Selasa (15/12).

Tercatat, pada Pilkada 9 Desember lalu, jumlah warga yang datang ke TPS (tempat pemungutan suara) hanya 764.336 pemilih atau 69,1 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemalang sebanyak 1.106.017 pemilih. Angka tersebut jelas jauh dari target partisipasi pemilih yang ditetapkan KPU pusat, yakni 77,5 persen.

Dari KPU Pemalang, imbuh Agus, sebenarnya sudah melakukan penelitian secara khusus terkait penyebab rendahnya partisipasi atau angka golput pada pilkada dan pemilu tahun-tahun sebelumnya. Bahkan penelitian yang dilakukannya melibatkan lembaga profesional. Hasil yang didapat dari riset tersebut dijadikan formula untuk merancang serta menentukan target sosialisasi pendidikan pemilih pada Pilkada 2020.

Namun, hasilnya masih belum sesuai target yang ditetapkan KPU pusat. ”Kami juga telah menggelar sosialisasi di desa-desa terpencil yang langganan partisipasi rendah di 14 kecamatan. Salah satunya melalui jajaran penyelenggara tingkat desa (PPS),” tegasnya.

Baca juga:  Tenaga Pendidik Harus Netral dalam Pilkada

Para penyelenggara itu, juga melakukan sosialisasi menggunakan mobil keliling. Hal itu dilakukan serentak di 222 desa dan kelurahan. Bahkan, dari KPU juga sudah menggandeng beberapa media tertentu dengan tujuan menyiarkan berbagai informasi soal visi-misi kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati.

”Penyelenggaraan debat publik calon bupati juga kami siarkan secara langsung melalui televisi nasional, radio, dan media sosial (Youtube). Tujuannya, masyarakat kenal dengan semua pasangan calon,” jelasnya.

Meski begitu, sosialisasi dan upaya yang dilakukan KPU tetap belum optimal, sehingga target partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 yang ditetapkan sebesar 77,5 persen tidak tercapai dan masih jauh dari harapan.

Dengan jumlah 69,1 persen partisipasi masyarakat, menyisakan pekerjaan yang cukup besar bagi KPU ke depan, mengingat ada sekitar 300 ribu lebih warga yang tidak menggunakan hak pilihnya.

”Capaian 69,1 persen belumlah final. Ke depan, di pemilu maupun pilkada, kami akan terus melakukan inovasi terkait sosialisasi pendidikan pemilih,” pungkasnya. (lam)

 

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Sidak SMAN 5 Semarang, Ganjar : PPDB Berjalan Lancar

SEMARANG, Joglo Jateng - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) hingga pelaksanaan hari ke...

Jadikan Sarana Peningkatan Kreativitas santri

PEMALANG - Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Diniyah (Porsadin) diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kreativitas generasi muda, khususnya para santri. Hal itu disampaikan...

Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19, Ganjar : Pakai Masker dan Jaga Gaya Hidup Bersih Sehat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus memantau tren kenaikan kasus Covid-19. Dia juga meminta bupati/ wali kota untuk waspada terhadap kemungkinan meningkatnya...

Hasyim Asy’ari: KPU Jateng Siap Sukseskan Pemilu 2024

SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) mengatakan KPU se-Indonesia telah siap menyambut Pemilu serentak pada 2024 mendatang. Termasuk KPU Provinsi Jawa...

Jateng-Australia Tingkatkan Kerja Sama Ketahanan Kesehatan

SEMARANG, Joglo Jateng - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Australia sepakat meningkatkan kerja sama dalam bidang ketahanan kesehatan dan pencegahan penyakit. "Kerja sama ini...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -