Minggu, Januari 23, 2022

KPU Terbiasa tidak Capai Target

Must Read

PEMALANG – Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang patut dipertanyakan. Sebab, penyelenggara pemilu tersebut tidak bisa mencapai target dalam pekerjaannya. Hal itu terbukti dari angka partisipasi masyarakat (parmas) yang masih minim alias jauh dari target yang sudah ditetapkan KPU RI.

”Soal target tidak tercapai itu sudah biasa,” kata Agus Setiyanto, Komisioner KPU Pemalang Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia (Parmasdiklih dan SDM) saat dihubungi wartawan Joglo Jateng, Selasa (15/12).

Tercatat, pada Pilkada 9 Desember lalu, jumlah warga yang datang ke TPS (tempat pemungutan suara) hanya 764.336 pemilih atau 69,1 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemalang sebanyak 1.106.017 pemilih. Angka tersebut jelas jauh dari target partisipasi pemilih yang ditetapkan KPU pusat, yakni 77,5 persen.

Dari KPU Pemalang, imbuh Agus, sebenarnya sudah melakukan penelitian secara khusus terkait penyebab rendahnya partisipasi atau angka golput pada pilkada dan pemilu tahun-tahun sebelumnya. Bahkan penelitian yang dilakukannya melibatkan lembaga profesional. Hasil yang didapat dari riset tersebut dijadikan formula untuk merancang serta menentukan target sosialisasi pendidikan pemilih pada Pilkada 2020.

Namun, hasilnya masih belum sesuai target yang ditetapkan KPU pusat. ”Kami juga telah menggelar sosialisasi di desa-desa terpencil yang langganan partisipasi rendah di 14 kecamatan. Salah satunya melalui jajaran penyelenggara tingkat desa (PPS),” tegasnya.

Baca juga:  Jelang Pilkada 2020, Polsek Belik Jalin Silaturrahmi ke Banyak Pihak

Para penyelenggara itu, juga melakukan sosialisasi menggunakan mobil keliling. Hal itu dilakukan serentak di 222 desa dan kelurahan. Bahkan, dari KPU juga sudah menggandeng beberapa media tertentu dengan tujuan menyiarkan berbagai informasi soal visi-misi kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati.

”Penyelenggaraan debat publik calon bupati juga kami siarkan secara langsung melalui televisi nasional, radio, dan media sosial (Youtube). Tujuannya, masyarakat kenal dengan semua pasangan calon,” jelasnya.

Meski begitu, sosialisasi dan upaya yang dilakukan KPU tetap belum optimal, sehingga target partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 yang ditetapkan sebesar 77,5 persen tidak tercapai dan masih jauh dari harapan.

Dengan jumlah 69,1 persen partisipasi masyarakat, menyisakan pekerjaan yang cukup besar bagi KPU ke depan, mengingat ada sekitar 300 ribu lebih warga yang tidak menggunakan hak pilihnya.

”Capaian 69,1 persen belumlah final. Ke depan, di pemilu maupun pilkada, kami akan terus melakukan inovasi terkait sosialisasi pendidikan pemilih,” pungkasnya. (lam)

 

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Libur Nataru, Gubernur Ganjar Ingatkan Warga Tetap Siaga Bencana

SEMARANG – Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang bertepatan dengan masih tingginya curah hujan, Pemerintah Provinsi Jawa...

Cegah Abrasi, Ganjar dan Pramuka Tanam Ribuan Pohon di Pantai Tirang

SEMARANG – Pantai menjadi salah satu kawasan yang perlu dijaga kelestarian serta kebersihannya. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap, seluruh pihak bersama-sama menjaga pantai,...

Ganjar Minta Tegal, Brebes, dan Pemalang Genjot Vaksinasi

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta tiga daerah di wilayahnya untuk menggenjot vaksinasi sebab tingkat ketercapaian vaksin belum 70 persen. Tiga daerah...

Pemkab Kudus Hanya Izinkan Perayaan Tahun Baru di Indoor

KUDUS – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kabupaten Kudus mendapat lampu hijau dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Namun demikian, perayaan tersebut hanya...

Pemprov Jateng Terima Anugerah Meritokrasi 2021

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima Anugerah Meritokrasi Tahun 2021 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Jateng unggul dari Jawa Timur, Jawa Barat...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -