Minggu, Januari 23, 2022

Perkawinan Dua Sistem Penanggalan

Must Read

SEMARANG – Akulturasi budaya antara Jawa dan Islam sudah sedemikian melekat. Termasuk dalam sistem penanggalan. Kini, sistem penanggalan Jawa dan Islam berjalan beriringan. Adalah Raja Mataram Islam yakni Sultan Agung yang mengawinkan tanggalan Islam dengan tanggalan Jawa itu.

“Saat Sultan Agung menjadi raja dia mengawinkan dua sistem penanggalan ini,” kata Budayawan dari Universitas Negeri Semarang, Prof Dr RM Teguh Supriyanto, Rabu (11/8).

Ia bercerita, bulan Muharram atau Suro sering dikenal sebagai bulan dukacita Nabi Muhammad dan keluarganya. Oleh sebab itu, berbagai perayaan atau peringatan dianjurkan untuk ditiadakan seperti tidak boleh menggelar acara khitanan, pernikahan, dan lainnya.

Di sisi lain, lantaran dikenal sebagai bulan duka pada bulan Muharram atau Suro seringkali dilakukan pembersihan. Hal itu ditandai dengan penganut agama Islam melakukan ritual-ritual keagamaan untuk membersihkan jiwa. Sedangkan, di lingkungan keraton waktu itu dimanfaatkan pembersihan beragam pusaka mulai dari keris hingga tombak yang dicuci dengan air bunga. Menurutnya, dalam ritual Jawa itu terselip makna yang bagus di dalamnya.

Baca juga:  Ingin Kebaya Mendunia, Perempuan Berkebaya Indonesia Gelar Kongres

“Seperti sebuah pusaka pasti merupakan benda tajam, nah artinya itu tajam dalam berpikir, tajam dalam rasa untuk menghadap kepada sang Kuasa,” ujarnya.

Ia berharap, agar di tahun baru Islam dan Jawa ini agar pagebluk segera berakhir. Sebab, hitungan Jawa menyebut tahun baru sudah memasuki Windu Sangcoyo yang artinya bulan yang cerah dan bersinar. Teguh menceritakan, sejak delapan tahun sebelumnya sudah masuk Windu Sengsoro artinya adalah delapan tahun ke belakang kemarin itu banyak penyakit dan sudah terbukti.

“Yang terpenting selalu memohon petunjuk kepada Tuhan yang Maha Kuasa, supaya diberi keberkahan, dan kesehatan. Pesannya, bisa introspeksi diri di awal tahun ini agar kedepannya tidak mengulangi kesalahan yang telah terjadi pada tahun depan. Sehingga, perubahan ke arah yang lebih baik akan terwujud,” pungkasnya. (cr11/git)

Baca juga:  Mengintip Bisnis Rumah Arwah
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Libur Nataru, Gubernur Ganjar Ingatkan Warga Tetap Siaga Bencana

SEMARANG – Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang bertepatan dengan masih tingginya curah hujan, Pemerintah Provinsi Jawa...

Cegah Abrasi, Ganjar dan Pramuka Tanam Ribuan Pohon di Pantai Tirang

SEMARANG – Pantai menjadi salah satu kawasan yang perlu dijaga kelestarian serta kebersihannya. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap, seluruh pihak bersama-sama menjaga pantai,...

Ganjar Minta Tegal, Brebes, dan Pemalang Genjot Vaksinasi

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta tiga daerah di wilayahnya untuk menggenjot vaksinasi sebab tingkat ketercapaian vaksin belum 70 persen. Tiga daerah...

Pemkab Kudus Hanya Izinkan Perayaan Tahun Baru di Indoor

KUDUS – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kabupaten Kudus mendapat lampu hijau dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Namun demikian, perayaan tersebut hanya...

Pemprov Jateng Terima Anugerah Meritokrasi 2021

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima Anugerah Meritokrasi Tahun 2021 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Jateng unggul dari Jawa Timur, Jawa Barat...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -