Minggu, Januari 23, 2022

171 Destinasi Wisata di Jateng sudah Dibuka

Must Read

SEMARANG – Sebanyak 171 destinasi wisata di seluruh kota/kabupaten di Jawa Tengah sudah dibuka terbatas. Hal ini menyusul data angka kasus Covid-19 di Jateng yang menunjukkan penurunan, sehingga berimbas baik pada sektor pariwisata.

Kepala Seksi Pengembangan Destinasi Wisata Provinsi Jawa Tengah Riyadi Kurniawan menjelaskan, pembukaan destinasi wisata dilaksanakan dalam 3 tahap, yaitu simulasi, uji coba, dan buka terbatas. Simulasi dapat dilaksanakan di daerah PPKM level 3 dan buka terbatas dapat dilaksanakan di daerah PPKM level 2 dengan kapasitas pengunjung maksimal 25%.

Per Jumat (3/9), data yang masuk di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng sebanyak 231 destinasi wisata sudah melaksanakan simulasi, 171 sudah sudah dibuka terbatas, dan 288 masih tutup. Dengan total 690 destinasi wisata di seluruh wilayah Jawa Tengah.

“Mungkin, di akhir pekan besok akan terjadi perubahan dinamika terkait adanya perubahan level PPKM di Jawa Tengah. Level 2 itu sudah ada 18 kabupaten, secara otomatis nanti akan ada destinasi yang buka akhir minggu ini karena kemaren sudah melakukan simulasi,” jelas Riyadi.

Ia menambahkan, pihaknya juga baru berkoordinasi dengan Kemenkes dan Kemenko Marves, kemarin. Hasil dari koordinasi tersebut menyatakan bahwa akan dilakukan simulasi tingkat nasional di 20 destinasi wisata, 4 di antaranya dilakukan di Jawa Tengah.

Baca juga:  Ini Jalur Menuju Puncak 5 Gunung Tertinggi di Jateng

“Yang dijadikan simulasi tingkat nasional yaitu Grand Maerokoco, Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Jurug TSTJ (Taman Satwa Taru Jurug), Solo,” imbuhnya.

Dari seluruh wilayah di Jawa Tengah, daerah yang paling banyak membuka destinasi wisata adalah kabupaten Tegal, yaitu sebanyak 50 destinasi dengan presentase 100%. Adapun daerah lain yang sudah membuka seluruh destinasi wisata di wilayahnya yaitu Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Pemalang, Demak, Grobogan, Kudus, dan Jepara.

Riyadi mengungkapkan, alasan masih banyaknya wisata yang belum dibuka adalah dari pihak pemerintah kabupaten belum memberikan izin dikarenakan resiko yang masing tinggi. Selain itu, sarana prasana yang mendukung masih kurang memadai.

“Dari hasil simulasi akan ada evaluasi dan masukan. Masukan tersebut akan diuji coba kembali. Nanti akan nampak kemampuan dari destinasi wisata tersebut. Jika tidak mampu maka tidak direkomendasikan dibuka,” paparnya. (cr13/gih)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Libur Nataru, Gubernur Ganjar Ingatkan Warga Tetap Siaga Bencana

SEMARANG – Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang bertepatan dengan masih tingginya curah hujan, Pemerintah Provinsi Jawa...

Cegah Abrasi, Ganjar dan Pramuka Tanam Ribuan Pohon di Pantai Tirang

SEMARANG – Pantai menjadi salah satu kawasan yang perlu dijaga kelestarian serta kebersihannya. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap, seluruh pihak bersama-sama menjaga pantai,...

Ganjar Minta Tegal, Brebes, dan Pemalang Genjot Vaksinasi

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta tiga daerah di wilayahnya untuk menggenjot vaksinasi sebab tingkat ketercapaian vaksin belum 70 persen. Tiga daerah...

Pemkab Kudus Hanya Izinkan Perayaan Tahun Baru di Indoor

KUDUS – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kabupaten Kudus mendapat lampu hijau dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Namun demikian, perayaan tersebut hanya...

Pemprov Jateng Terima Anugerah Meritokrasi 2021

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima Anugerah Meritokrasi Tahun 2021 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Jateng unggul dari Jawa Timur, Jawa Barat...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -