Kamis, Juni 30, 2022

171 Destinasi Wisata di Jateng sudah Dibuka

Must Read

SEMARANG – Sebanyak 171 destinasi wisata di seluruh kota/kabupaten di Jawa Tengah sudah dibuka terbatas. Hal ini menyusul data angka kasus Covid-19 di Jateng yang menunjukkan penurunan, sehingga berimbas baik pada sektor pariwisata.

Kepala Seksi Pengembangan Destinasi Wisata Provinsi Jawa Tengah Riyadi Kurniawan menjelaskan, pembukaan destinasi wisata dilaksanakan dalam 3 tahap, yaitu simulasi, uji coba, dan buka terbatas. Simulasi dapat dilaksanakan di daerah PPKM level 3 dan buka terbatas dapat dilaksanakan di daerah PPKM level 2 dengan kapasitas pengunjung maksimal 25%.

Per Jumat (3/9), data yang masuk di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng sebanyak 231 destinasi wisata sudah melaksanakan simulasi, 171 sudah sudah dibuka terbatas, dan 288 masih tutup. Dengan total 690 destinasi wisata di seluruh wilayah Jawa Tengah.

“Mungkin, di akhir pekan besok akan terjadi perubahan dinamika terkait adanya perubahan level PPKM di Jawa Tengah. Level 2 itu sudah ada 18 kabupaten, secara otomatis nanti akan ada destinasi yang buka akhir minggu ini karena kemaren sudah melakukan simulasi,” jelas Riyadi.

Ia menambahkan, pihaknya juga baru berkoordinasi dengan Kemenkes dan Kemenko Marves, kemarin. Hasil dari koordinasi tersebut menyatakan bahwa akan dilakukan simulasi tingkat nasional di 20 destinasi wisata, 4 di antaranya dilakukan di Jawa Tengah.

Baca juga:  Jawa Tengah Dapat 21 Juta Vaksin Covid-19

“Yang dijadikan simulasi tingkat nasional yaitu Grand Maerokoco, Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Jurug TSTJ (Taman Satwa Taru Jurug), Solo,” imbuhnya.

Dari seluruh wilayah di Jawa Tengah, daerah yang paling banyak membuka destinasi wisata adalah kabupaten Tegal, yaitu sebanyak 50 destinasi dengan presentase 100%. Adapun daerah lain yang sudah membuka seluruh destinasi wisata di wilayahnya yaitu Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Pemalang, Demak, Grobogan, Kudus, dan Jepara.

Riyadi mengungkapkan, alasan masih banyaknya wisata yang belum dibuka adalah dari pihak pemerintah kabupaten belum memberikan izin dikarenakan resiko yang masing tinggi. Selain itu, sarana prasana yang mendukung masih kurang memadai.

“Dari hasil simulasi akan ada evaluasi dan masukan. Masukan tersebut akan diuji coba kembali. Nanti akan nampak kemampuan dari destinasi wisata tersebut. Jika tidak mampu maka tidak direkomendasikan dibuka,” paparnya. (cr13/gih)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Sidak SMAN 5 Semarang, Ganjar : PPDB Berjalan Lancar

SEMARANG, Joglo Jateng - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) hingga pelaksanaan hari ke...

Jadikan Sarana Peningkatan Kreativitas santri

PEMALANG - Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Diniyah (Porsadin) diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kreativitas generasi muda, khususnya para santri. Hal itu disampaikan...

Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19, Ganjar : Pakai Masker dan Jaga Gaya Hidup Bersih Sehat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus memantau tren kenaikan kasus Covid-19. Dia juga meminta bupati/ wali kota untuk waspada terhadap kemungkinan meningkatnya...

Hasyim Asy’ari: KPU Jateng Siap Sukseskan Pemilu 2024

SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) mengatakan KPU se-Indonesia telah siap menyambut Pemilu serentak pada 2024 mendatang. Termasuk KPU Provinsi Jawa...

Jateng-Australia Tingkatkan Kerja Sama Ketahanan Kesehatan

SEMARANG, Joglo Jateng - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Australia sepakat meningkatkan kerja sama dalam bidang ketahanan kesehatan dan pencegahan penyakit. "Kerja sama ini...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -