Sabtu, Oktober 1, 2022

Pemprov Jateng Kebut Desa Miskin Ekstrim Teraliri Listrik

Must Read

BANYUMAS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggenjot pemasangan listrik gratis pada desa di lima kabupaten dengan kategori miskin ekstrim sampai akhir tahun ini. Setelah di Kabupaten Pemalang dan Brebes, kali ini sasarannya Banyumas, Banjarnegara dan Kebumen.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Sujarwanto mengatakan, untuk merealisasikan hal tersebut, pihaknya menggelar rapat koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim Penyelesaian Sambungan Listrik Bagi Rumah Tangga Kurang Mampu di Kabupaten Banyumas, Banjarnegara dan Kebumen, di Banyumas, belum lama ini.

“Hari ini adalah pertemuan pleno untuk kita menyepakati beberapa langkah tentang pengentasan kemiskinan ekstrim di Jateng, khususnya di bidang listrik. Kami sudah melakukan yang seperti ini di Kabupaten Pemalang dan Brebes. Hari ini kita tiga daerah yang menjadi program secara tuntas sampai akhir tahun 2021,” katanya.

Sujarwanto menjelaskan, pihaknya ingin agar melalui sambungan listrik gratis dari pemerintah, masyarakat memiliki sarana untuk membuat usaha. Sehingga, mereka dapat berupaya untuk lepas dari zona miskin ekstrim.

“Maka, listrik yang kita sambungkan ke saluran rumah tangga insyaallah akan menjadi alat produksi berikutnya. Jadi kalau rakyat kita sudah menggunakan listrik untuk berusaha, setelah berusaha tidak lagi miskin,” tandasnya.

Meski demikian, Sujarwanto mengungkap ada beberapa hal yang menjadi kendala pihaknya untuk melakukan pemasangan listrik gratis di masyarakat. Dia menyebut mengenai adanya perbedaan data, yang kemudian membuat pihaknya tidak bisa mengeksekusi program kepemimpinan Ganjar-Taj Yasin itu.

Baca juga:  Gus Yasin Dorong Promosi Wisata via Medsos

Dia memberikan contoh adanya praktik ‘pinjam nama’ yang dilakukan oleh oknum masyarakat untuk mendapatkan akses listrik. Sehingga, nama yang dipinjam saat masuk ke dalam daftar, tidak bisa dipasang sambungan listriknya.

“Yang mau dipasang tidak bisa karena yang bersangkutan sudah dipinjam nama oleh orang lain, dipasang di rumah tangga lain. Hal ini lah kemudian kita rapatkan supaya kita firm betul. Supaya semua rumah tangga kita di Jateng nyambung listrik,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang juga hadir dalam rapat tersebut menyikapi soal perbedaan data ini dengan serius. Dia menegaskan bahwa data kemiskinan ekstrim yang diberikan tersebut telah ditentukan oleh pemerintah pusat.

“Tinggal yang (miskin) ekstrim ini kalau memang sudah dapat listrik ya (daftarnya) kita hapus lagi. Kalau kita sudah keluarkan, banyak yang antri lho. Ini kita bicara kemiskinan ekstrim bukan hanya soal listrik ya. Jadi mungkin, data yang diserahkan tadi itu tidak semuanya. Maka kita sentuh di sektor lain. Mungkin rumahnya, jambanisasi, pekerjaan,” terangnya.

Lebih jauh, Taj Yasin juga meminta ada perbaikan data. Selain itu dia juga menyoroti soal praktik pinjam nama yang dilakukan oknum masyarakat. Dia menegaskan hal itu tidak boleh terjadi lagi. “Yang paling penting itu utamanya BDT (basis data terpadu)-nya harus diubah. Jangan sampai ada masyarakat lagi dipinjem KK nya untuk pasang listrik orang lain,” katanya. (hms/gih)

Baca juga:  Jateng-Australia Tingkatkan Kerja Sama Ketahanan Kesehatan
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dari Sport Tourism hingga Sekolah Atlet, Ini Kado Ganjar di Hari Olahraga Nasional 2022

SURAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-39 tahun 2022 ini menjadi momentum...

Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM, Ganjar Kerahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengerahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah, untuk melakukan input data harga komoditas secara realtime. Hal itu sebagai langkah...

Lapak Ganjar Bangkitkan Usaha Kaos Perjuangan Usai Drop Akibat Pandemi

SEMARANG, Joglo Jateng – Kaos bukan hanya bicara fesyen, tapi juga bisa menjadi media untuk edukasi. Seperti halnya Djoeang Cloth, yang berkampanye lewat sablon...

Taj Yasin Harap Gas Expo 2022 Jadi Awal Optimalisasi Energi

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut baik adanya Forum Operasional Gas Expo 2022. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berharap ajang ini...

Di Era Ganjar, Jaringan Irigrasi Jawa Tengah dalam Kondisi Baik 80 Persen

SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berkomitmen menjaga bangunan irigasi di wilayahnya. Tercatat, ada sekitar 108 Daerah Irigasi (DI) berkondisi bagus, sehingga sebagian...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -