Kamis, Juni 30, 2022

Konflik Wadas, Ganjar Sampaikan Maaf

Must Read

PURWOREJO – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta maaf kepada masyarakat, dan menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa yang membuat warga Desa Wadas Purworejo tidak nyaman. Ia meminta warga yang diamankan polisi karena konflik peristiwa pengukuran tanah di Desa Wadas pada Selasa (8/2), agar dibebaskan.

“Yang pertama, saya ingin menyampaikan minta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Purworejo dan maasyarakat Wadas. Karena kejadian kemarin mungkin ada yang merasa betul-betul tidak nyaman,” kata Ganjar saat menggelar konferensi pers, di Mapolres Purworejo, Rabu (9/2).

Gubernur menegaskan, dia bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi di Wadas itu. Terkait sejumlah masyarakat yang diamankan oleh pihak kepolisian, dia sudah meminta pihak kepolisian untuk membebaskan.

“Saya intens komunikasi dengan Kapolda, Wakapolda dan lainnya, memantau perkembangan yang ada di Purworejo khususnya Wadas. Kami sudah sepakat, masyarakat yang diamankan kemarin, hari ini akan dilepas untuk dipulangkan,” ucapnya.

Ganjar menegaskan sudah menempuh proses panjang terkait pembangunan bendungan Bener ini. Selama proses itu, pihaknya membuka lebar ruang dialog kepada masyarakat, khususnya mereka yang masih menolak.

“Beberapa kali kami mengajak Komnas HAM, karena Komnas HAM menjadi institusi netral untuk menjembatani. Kami minta mereka yang setuju dan belum setuju dihadirkan. Tapi kemarin saat dialukan dialog, pihak yang belum setuju tidak hadir,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjutnya, ia sangat menunggu adanya dialog antarpihak. Sehingga, ruang penyampaian pendapat bisa dibuka lebar pada semua pihak.

“Kami sangat menunggu-nunggu, sehingga kami bisa memberi ruang, bisa mendengarkan apa yang kemudian kami sampaikan dan kami jawab. Kami selalu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi agar pekerjaan ini mulus,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, dalam peristiwa itu, pihaknya mengamankan sebanyak 64 orang. Warga yang diamankan itu saat ini ada di Polres Purworejo. “Hari ini akan kita kembalikan kepada masyarakat agar tidak terjadi ketegangan antara masyarakat yang menerima dan yang tidak,” katanya, kemarin.

Baca juga:  Dorong Mal Pelayanan Publik Batang Jadi Percontohan

Menurutnya, tidak ada upaya penangkapan dan penahanan yang dilakukan. Pihaknya hanya mengamankan masyarakat agar tidak terjadi kericuhan.

“Karena saat pengukuran terjadi, antara warga yang pro dan kontra bergesekan. Mereka yang kontra dikejar-kejar oleh masyarakat yang menginginkan tanahnya dilakukan pengukuran. Makanya kami amankan ke sini. Hari ini akan kita kembalikan ke masyarakat,” ucapnya.

Terpisah, LBH Ansor Jawa Tengah mengecam kehadiran aparat kepolisian secara besar-besaran dan bersenjata lengkap di lokasi yang akan dijadikan bendungan Bener seluas 124 hektar. LBH Ansor menilai, tidak ada alasan yang sah dan berdasar untuk melarang protes warga Desa Wadas yang dilindungi hukum dan peraturan perundang-undangan.

“LBH Ansor menilai protes yang dilakukan oleh warga adalah bagian dari pelaksanaan hak konstitusional yang sah. Sebaliknya, pengerahan personil aparat keamanan yang masif dan penggunaan kekuatan yang eksesif adalah cermin tidakan pemolisian yang tidak demokratis. Hal ini dapat mencederai demokrasi dan kebebasan berpendapat,” ujar Sekretaris LBH Ansor Jateng, Taufik Hidayat, kemarin.

Lebih lanjut, Taufik menyampaikan LBH Ansor pusat sendiri sudah menerjunkan beberapa advokat dari LBH Ansor Jateng dan LBH Ansor Purworejo ke Polres Purworejo untuk mengadvokasi warga. Terkait dengan persoalan di desa Wadas ini, LBH Ansor akan mempersiapkan pendampingan hukum kepada masyarakat Desa Wadas dan membantu proses mediasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait.

Baca juga:  Pantau Rest Area, Ganjar Ingatkan Pedagang untuk Terapkan Prokes dan Jaga Kualitas

“Pada prinsipnya, kami siap memperjuangkan agar warga desa Wadas mendapatkan keadilan,” ujar Taufik. (hms/gih)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Sidak SMAN 5 Semarang, Ganjar : PPDB Berjalan Lancar

SEMARANG, Joglo Jateng - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) hingga pelaksanaan hari ke...

Jadikan Sarana Peningkatan Kreativitas santri

PEMALANG - Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Diniyah (Porsadin) diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kreativitas generasi muda, khususnya para santri. Hal itu disampaikan...

Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19, Ganjar : Pakai Masker dan Jaga Gaya Hidup Bersih Sehat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus memantau tren kenaikan kasus Covid-19. Dia juga meminta bupati/ wali kota untuk waspada terhadap kemungkinan meningkatnya...

Hasyim Asy’ari: KPU Jateng Siap Sukseskan Pemilu 2024

SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) mengatakan KPU se-Indonesia telah siap menyambut Pemilu serentak pada 2024 mendatang. Termasuk KPU Provinsi Jawa...

Jateng-Australia Tingkatkan Kerja Sama Ketahanan Kesehatan

SEMARANG, Joglo Jateng - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Australia sepakat meningkatkan kerja sama dalam bidang ketahanan kesehatan dan pencegahan penyakit. "Kerja sama ini...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -