Kamis, Juni 30, 2022

Lewat Sekolah Akutansi, Ciptakan Pesantren Good Goverment

Must Read

SEMARANG – Sebagai respon atas Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren, Yayasan Wahid Hasyim bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, menggelar sekolah akutansi untuk kalangan pesantren. Pelatihan itu untuk menciptakan pesantren yang good goverment.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Yayasan Wahid Hasyim, Dr Noor Hadi saat ditemui usai acara pembukaan sekolah akuntansi di Universitas Wahid Hasyim Semarang, Kamis (24/2). Ia mengatakan, pihaknya berinisiatif membuat program sekolah akutansi ini setelah munculnya Perpers Nomor 82 Tahun 2021. Harapannya, bantuan dari pemerintah bisa dipertanggungjawabkan oleh pesantren.

Menurut Noor Hadi, bukan berarti pesantren itu tidak jujur atau tidak bisa pembukuan. Melainkan, pesantren harus paham terkait pembukuan keuangan negara dengan metode yang sudah diberikan lewat pelatihan itu.

“Jadi, sekolah akutansi ini bisa menjadi bahan pengembangan bagi santri yang akan terjun di masyarakat. Mereka dituntut memiliki kontribusi besar dalam pembangunan bangsa dan negara,” kata Noor Hadi sekaligus Wakil Rektor II IAIN Kudus itu.

Ia menjelaskan, pengelola pesantren wajib mendapatkan keterampilan dalam pengelolaan keuangan lembaga yang benar dan profesional. Berangkat dari situ, pihaknya memberikan pengetahuan akutansi yang praktis dan mudah dikerjakan agar tidak berbelit-belit.

Baca juga:  Gandeng Najelaa Shihab, Jateng Siap Jadi “Pilot Project” Peningkatan Mutu Pendidikan

“Dari situ, sekolah akutansi mampu menciptakan pesantren yang good goverment. Dan paham betul tentang akuntansi dalam membuat pertanggungjawaban keuangan pesantren,” tuturnya.

Pria yang menjabat sebagai Bendahara Umum Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini mengakui, sekolah akutansi yang digelar selama tiga hari belum mampu memberikan peserta paham secara utuh. Sebab itu, pihaknya bersama timnya akan melakukan pendampingan kepada pesantren telah ikut.

“Pastinya ada tambahan lewat pendampingan kepada pesantren untuk menyusun laporan keuangan. Jika ada kesulitan bisa datang ke Unwahas, IAIN Kudus atau tim diminta tolong datang ke sana (pesantren) untuk membantu perbukuan akutansi. Tak hanya itu, kami siap mendampimgi pengembangan potensi yang ada di pesantren, misalnya enterprenership,” ujarnya.

Noor Hadi menyebut, keseluruhan peserta di setiap angkatan berjumlah sekitar 21 pesantren di Jateng, adapun targetnya ada 6 angkatan. Ia berharap, mereka serius belajar akutansi dan langsung diterapkan di pesantren masing-masing kabupaten/kota.

Baca juga:  Ganjar Dorong Sekolah Inklusi di Jateng Merata

“Serius belajar, kemudian jika tidak tahu tanya dan kurang diaplikasikan, jangan hanya diam. Tetapi, beritahu ke kita supaya bisa diberi bantuan pengetahuan kembali, hingga akhirnya bisa pembukuan akutansi,” ucapnya. (dik/gih)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Sidak SMAN 5 Semarang, Ganjar : PPDB Berjalan Lancar

SEMARANG, Joglo Jateng - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) hingga pelaksanaan hari ke...

Jadikan Sarana Peningkatan Kreativitas santri

PEMALANG - Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Diniyah (Porsadin) diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kreativitas generasi muda, khususnya para santri. Hal itu disampaikan...

Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19, Ganjar : Pakai Masker dan Jaga Gaya Hidup Bersih Sehat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus memantau tren kenaikan kasus Covid-19. Dia juga meminta bupati/ wali kota untuk waspada terhadap kemungkinan meningkatnya...

Hasyim Asy’ari: KPU Jateng Siap Sukseskan Pemilu 2024

SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) mengatakan KPU se-Indonesia telah siap menyambut Pemilu serentak pada 2024 mendatang. Termasuk KPU Provinsi Jawa...

Jateng-Australia Tingkatkan Kerja Sama Ketahanan Kesehatan

SEMARANG, Joglo Jateng - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Australia sepakat meningkatkan kerja sama dalam bidang ketahanan kesehatan dan pencegahan penyakit. "Kerja sama ini...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -