Kamis, Juni 30, 2022

IAIN Kudus Pelopori KKN Tematik Pendampingan Produk Halal

Must Read

KUDUS – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, mendapatkan apresiasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Yakni tentang pendampingan proses halal yang diintegrasikan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH Dr. Ahmad Umar mengatakan, kawan-kawan PTKIN dan IAIN Kudus ini sebagai yang pertama mempelopori pendampingan halal yang diintegrasikan ke dalam KKN. Pihaknya yakin dan optimis semoga semangat ini dapat disusul oleh kampus lain.

“Ini merupakan awal baik, semoga menjadi bagian untuk membantu masyarakat muslim dan pengusaha di pantura, yang berkiblat di IAIN Kudus,” ucapnya melalui zoom.

Menurutnya, tantangan meyakinkan sadar halal menjadi tugas bersama. Dirinya berharap kepada 103 peserta pelatihan yang mengikuti PPH ini dapat melakukan pembekalan kepada mahasiswa. Yakni dengan akhlak yang baik, uswatun khasanah, ideologi komunikasi baik, dan memberikan semangat kepada konsumen untuk diarahkan memilih makanan bersertifikat halal.

Acara sendiri dikemas mengikuti kurikulum sebagaimana pelatihan yang telah diselenggarakan BPJPH. Yakni meliputi penyampaian materi, praktik, penugasan dan kegiatan evaluasi, sehingga dapat dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat.

“Perlu adanya kesadaran, kampanye, dakwah sadar halal, melalui sertifikasi halal. Ada materi yang telah disusun tim dari IAIN Kudus untuk dikirim ke masjid dan kampung. Supaya, dakwah sadar halal ini merupakan perintah Allah, sekaligus aturan dari pemerintah,” tuturnya.

Baca juga:  Banyak Peserta Tak Manfaatkan Sistem Zonasi

Sementara itu, Rektor IAIN Kudus Dr. Mudzakir menyampaikan, dengan adanya pelatihan ini, aka nada proses edukasi. Sehingga dosen IAIN Kudus memiliki pengalaman yang nyata bagaimana menguji kehalalan. Sekaligus, kampus hadir dalam memberikan kontribusi terhadap produk halal yang akan dikonsumsi oleh masyarakat luas.

“Pelatihan ini wujud ikhtiar PTKIN dalam mensukseskan program Kementerian Agama, untuk menerbitkan sejuta bantuan sertifikasi halal gratis 2022 bagi pelaku UMK. Yakni melalui skema self declare. Serta mencetak 100.000 orang pendamping PPH guna mendukung realisasi program itu,” jelasnya.

Sedangkan, Ketua LPPM IAIN Kudus Dr. Mohammad Dzofir menjelaskan, peserta yang lulus pelatihan akan diproyeksikan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik Pendampingan PPH. Dimana LPPM IAIN Kudus akan menerjunkan 550 mahasiswa untuk mengikuti KKN Tematik Pendampingan PPH 2022.

Baca juga:  Satuan Sabhara Blusukan Bagikan Masker ke Lokasi Banjir

“Kami mengharapkan, mereka memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk melatih dan membimbing mahasiswa KKN IAIN Kudus. Yakni dalam membantu para pelaku UMK untuk memperoleh sertifikasi produk halal,” paparnya. (sam/fat)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Sidak SMAN 5 Semarang, Ganjar : PPDB Berjalan Lancar

SEMARANG, Joglo Jateng - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) hingga pelaksanaan hari ke...

Jadikan Sarana Peningkatan Kreativitas santri

PEMALANG - Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Diniyah (Porsadin) diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kreativitas generasi muda, khususnya para santri. Hal itu disampaikan...

Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19, Ganjar : Pakai Masker dan Jaga Gaya Hidup Bersih Sehat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus memantau tren kenaikan kasus Covid-19. Dia juga meminta bupati/ wali kota untuk waspada terhadap kemungkinan meningkatnya...

Hasyim Asy’ari: KPU Jateng Siap Sukseskan Pemilu 2024

SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) mengatakan KPU se-Indonesia telah siap menyambut Pemilu serentak pada 2024 mendatang. Termasuk KPU Provinsi Jawa...

Jateng-Australia Tingkatkan Kerja Sama Ketahanan Kesehatan

SEMARANG, Joglo Jateng - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Australia sepakat meningkatkan kerja sama dalam bidang ketahanan kesehatan dan pencegahan penyakit. "Kerja sama ini...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -