Kamis, Juni 30, 2022

Ikut Lapak Ganjar, Pengunjung Galeri Gerabah di Magelang ini Naik 300 Persen

Must Read

KABUPATEN MAGELANG – Galeri gerabah Sani Pottery, Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang ramai dikunjungi wisatawan. Hal tersebut tidak lepas dari upaya Markoni, pemilik galeri yang mempromosikan usahanya itu di Lapak Ganjar.

“Insyaallah, bergabung dengan Lapak Ganjar, bisa dipromosikan dan dikenal lebih luas,” ujar Markoni saat ditemui di galerinya, Sabtu (28/5/2022).

Galeri Sani Pottery merupakan tempat produksi kerajinan berbahan baku tanah liat, sekaligus wisata edukasi. Sehingga wisatawan yang datang bukan hanya bisa membeli barang-barang hasil produksi, tapi juga bisa mempraktikkan teknik membuat gerabah secara tradisional.

Markoni sebenarnya telah mendirikan usaha penjualan gerabah sejak lama. Namun baru pada akhir 2021 ia membuka galeri.
“Setelah ikut Lapak Ganjar luar biasa tingkat pengunjung. Kenaikan lebih dari 300 persen. Efeknya luar biasa, baik pengunjung maupun pembeli,” ungkapnya.

Menurutnya, mengikuti Lapak Ganjar sama halnya promosi gratis. Baginya akun instagram Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memiliki follower jutaan itu sangat efektif untuk mengenalkan usahanya ke masyarakat yang lebih luas.

“Alhamdulillah senang ikut Lapak Ganjar, efeknya terasa. Kami optimis karena follower-nya sudah jutaan, dan kita tidak usah repot lagi. Istilahnya promosi gratis tidak mengeluarkan apa-apa,” jelasnya.

Baca juga:  Ganjar Larang ASN Berafiliasi dengan Organisasi Terlarang

Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan tersebut membuat Markoni menambah trainer atau mentor dalam pembuatan gerabah bagi wisatawan. Yang awalnya hanya satu sekarang ada lima orang, trauma di waktu libur panjang.

“Kalau hari biasa dua orang, tapi waktu hari libur kita ada lima orang trainer,” tutur dia.

Beberapa waktu terakhir, pengunjung paling banyak datang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan Surabaya. Selain itu, ada wisatawan manca.

“Paling banyak Jabodetabek dan Surabaya, ada juga dari Kupang, dan kalau manca kemarin ada dari Perancis lima orang,” imbuh dia.

Selain dari wisatawan, gerabah produksinya juga diminati pengusaha restoran dan rumah makan.

“Memenuhi kebutuhan resto, kemarin pesanan dari resto di Kendal. Produk kita semua alat makan, aksesoris, dan alat dapur,” ucapnya.

Sementara itu, Kanaya, seorang wisatawan asal Jakarta mengaku senang dengan pengalaman pertamanya membuat kerajinan dari tanah liat.

“Ini pengalaman pertama, sebelumnya belum pernah. Ini tadi bikin tempat lilin, hanya butuh waktu lima menit. Tapi pengeringannya maksimal satu minggu. Nanti dikirim ke Jakarta kalau sudah jadi,” tandasnya. (hms/rds)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Sidak SMAN 5 Semarang, Ganjar : PPDB Berjalan Lancar

SEMARANG, Joglo Jateng - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) hingga pelaksanaan hari ke...

Jadikan Sarana Peningkatan Kreativitas santri

PEMALANG - Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Diniyah (Porsadin) diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kreativitas generasi muda, khususnya para santri. Hal itu disampaikan...

Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19, Ganjar : Pakai Masker dan Jaga Gaya Hidup Bersih Sehat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus memantau tren kenaikan kasus Covid-19. Dia juga meminta bupati/ wali kota untuk waspada terhadap kemungkinan meningkatnya...

Hasyim Asy’ari: KPU Jateng Siap Sukseskan Pemilu 2024

SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) mengatakan KPU se-Indonesia telah siap menyambut Pemilu serentak pada 2024 mendatang. Termasuk KPU Provinsi Jawa...

Jateng-Australia Tingkatkan Kerja Sama Ketahanan Kesehatan

SEMARANG, Joglo Jateng - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Australia sepakat meningkatkan kerja sama dalam bidang ketahanan kesehatan dan pencegahan penyakit. "Kerja sama ini...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -