Sabtu, Oktober 1, 2022

Perjuangan Pelaku UMKM Tahu Bakso Udang Semarang, Bangkit Berkat Lapak Ganjar

Must Read

SEMARANG – Usaha keras memang tak pernah mengkhianati hasil. Kerja keras pelaku UMKM Tahu Bakso Udang Semarangan adalah satu di antaranya. Usaha kerasnya berbuah hasil, usai jalan terjal yang dialaminya, terutama masa pandemi yang tak mudah mereka lalui.

Cerita terbatasnya produksi tahu bakso, sang kepala keluarga jadi korban pemutusan hubungan kerja, sampai sulitnya memenuhi uang sekolah anak, adalah cerita sedih, yang pernah mewarnai jalan usaha pemilik Tahu Bakso Udang Semarang.

Program Lapak Ganjar pun diikutinya, sebagai ikhtiar agar usaha yang ditekuni sejak 2019 tetap bertahan, sehingga mampu menjadi sumber pendapatan keluarga di tengah Covid-19 yang membayang. Ikhtiar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu pun benar-benar berbuah cerah pada usahanya.

Christina Agustine, pemilik usaha Tahu Bakso Udang Semarang ini, membeberkan sekilas perjalanan jatuh bangkit menjalani wirausahanya. Sampai akhirnya, dia berhasil mengikuti program Lapak Ganjar.

“Saya coba-coba ikut mempromosikan tahu bakso udang (produk makanannya). Saya kirim foto saya, berupa foto produk saya. Tag pak Ganjar dan nomor WA (WhatsApps) saya, kemudian puji Tuhan bisa di-repost di Lapak Ganjar,” ungkap Christina, saat ditemui di tempat produksi usahanya, di Kaliwiru, Kota Semarang, Jumat (5/8/2022).

Benar saja, ikhtiar melalui akun sang gubernur dengan memanfaatkan pengikut (follower) di akun Instagramnya, pun berbuah manis. Mulai dari antusiasme warganet yang mencari tahu produknya, sampai peningkatan produksi yang luar biasa.

“Ternyata, antusiasnya luar biasa setelah ikut Lapak Ganjar. Itu, permintaan produk saya yang biasanya hanya di seputaran Semarang, Alhamdulillah, sudah lumayan ramai. Setelah ikut Lapak Ganjar memang permintaan dari luar kota meningkat,” sambungnya.

Reseller produknya dari luar kota bermunculan, seperti di Surakarta, Cilacap dan lainnya. Tidak hanya itu, permintaan pun bertambah dari luar kota seperti Yogyakarta, Pati, Kudus, Ungaran, Salatiga, Bekasi, Bandung (Jabar), Jakarta, hingga Surabaya (Jatim).

Baca juga:  Terasi Oven Sampai Luar Negeri Berkat Lapak Ganjar

“Waktu saya tanya (para reseller dan pelanggan), tahu kalau ada tahu bakso udang dari mana? Ternyata dari program Lapak Ganjar itu,” tuturnya mengenang.

Christine mencontohkan, peningkatan usaha seperti adanya permintaan dari Solo dalam satu minggu mencapai sekitar 50 boks. Dari Cilacap juga bertambah. Semula hanya 10 boks per pekan, akhirnya menjadi 50-70 boks.

Perekonomian keluarga pun berangsur membaik setelah adanya peningkatan permintaan. Sebab, di masa pandemi, suaminya harus keluar dari pekerjaanya. Otomatis, keuangan keluarga jadi oleng. Mereka pun bahu-membahu menyeriusi usaha tahu bakso, dan memanfaatkan Lapak Ganjar.

“Ternyata dengan kami berdua menyeriusi usaha ini dan ada program Lapak Ganjar, semua kebutuhan yang tadinya, bayar sekolah itu walaupun daring tetap harus terbayar, cicilan motor, listrik, segala macam itu kan setiap bulan harus keluar ya. Lama-kelamaan itu tetap bisa teratasi, teratasi, teratasi,” ucapnya.

Sekilas tentang usaha tahu bakso udangnya, Christina mulai memproduksi membuat makanan tahu bakso udang sejak 2019.

“Saya ini membuat tahu bakso dengan isian baksonya dari daging udang segar pilihan, atau bukan dari sari pati udang. Karena yang beredar selama ini adalah tahu bakso dari isian daging sapi dan ayam, makanya saya berinovasi untuk menciptakan tahu bakso yang isinya dari daging udang,” jelasnya.

Baca juga:  Hari Santri Nasional, Ganjar dan ASN Pemprov Jateng Kompak Pakai Sarung

Sebagai informasi, Lapak Ganjar merupakan terobosan yang dilakukan Ganjar Pranowo dengan memanfaatkan jumlah pengikut (followers) di akun Instagramnya. Tujuannya, untuk membantu mendongkrak penjualan pelaku UMKM di wilayah Jawa Tengah. (hms/rds)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dari Sport Tourism hingga Sekolah Atlet, Ini Kado Ganjar di Hari Olahraga Nasional 2022

SURAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-39 tahun 2022 ini menjadi momentum...

Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM, Ganjar Kerahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengerahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah, untuk melakukan input data harga komoditas secara realtime. Hal itu sebagai langkah...

Lapak Ganjar Bangkitkan Usaha Kaos Perjuangan Usai Drop Akibat Pandemi

SEMARANG, Joglo Jateng – Kaos bukan hanya bicara fesyen, tapi juga bisa menjadi media untuk edukasi. Seperti halnya Djoeang Cloth, yang berkampanye lewat sablon...

Taj Yasin Harap Gas Expo 2022 Jadi Awal Optimalisasi Energi

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut baik adanya Forum Operasional Gas Expo 2022. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berharap ajang ini...

Di Era Ganjar, Jaringan Irigrasi Jawa Tengah dalam Kondisi Baik 80 Persen

SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berkomitmen menjaga bangunan irigasi di wilayahnya. Tercatat, ada sekitar 108 Daerah Irigasi (DI) berkondisi bagus, sehingga sebagian...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -