Sabtu, Oktober 1, 2022

Wagub Minta Bank Jemput Bola Layani UMKM

Must Read

SEMARANG – Pihak perbankan didorong untuk mempermudah akses pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan modal. Salah satunya, perbankan melakukan jemput bola atau menyediakan berbagai layanan digital bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang butuh modal.

“Kami berharap besar terhadap Bank Syariah Indonesia bisa memberikan kemudahan modal. Meskipun sudah ada ribuan UMKM di Jateng yang sudah dibiayai KUR, akan tetapi masih banyak masyarakat yang perlu didorong untuk itu (akses permodalan),” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat memberikan sambutan Grand Opening Relokasi PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk KCP Semarang Tentara Pelajar, kemarin.

Wagub minta masyarakat yang saat ini membutuhkan pembiayaan didekati dan jemput bola. Terlebih saat ini pertumbuhan ekonomi yang berbasis syariah mulai menggeliat dan diminati oleh masyarakat. Sehingga apabila hal itu bisa dikelola dengan baik dan transparan, pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat.

“Maka saya berharap dengan dibukanya BSI KCP Semarang Tentara Pelajar, benar-benar dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Baca juga:  Gus Yasin Jawab Orang yang Tak Percaya Covid

Wagub menambahkan, tidak kalah penting adalah pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan jasa perbankan pada era digitalisasi. Apalagi, lanjutnya, pada era serbadigital seperti sekarang, hampir semua transaksi dilakukan melalui perbankan. Seperti mengurus SIM, perpanjang STNK, pengambilan paspor, dan mengurus dokumen penting lainnya, yang tidak lepas dari jasa perbankan.

“Bank Syariah di Jateng sudah banyak, sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat, pelayanan yang baik, ramah, informasi detail, serta manfaat menjadi nasabah perbankkan dan sebagainya,” kata Gus Yasin.

Regional CEO BSI RO 7 Semarang, Imam Hidayat Sunarto menjelaskan, konsep BSI adalah berpartisipasi dan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat, melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. Pihaknya mencatat hingga Juli 2022 tidak kurang dari Rp3,2 triliun KUR yang sudah salurkan kepada 22 ribu pelaku UMKM yang ada di Jateng dan Yogyakarta.

“Kuota penyaluran KUR masih terbuka lebar. Kami mengharapkan sinergitas antara Bank Syariah Indonesia dan stakeholder, mampu untuk berpartisipasi dan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat, terutama di segmen UMKM,” katanya. (hms/gih)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Dari Sport Tourism hingga Sekolah Atlet, Ini Kado Ganjar di Hari Olahraga Nasional 2022

SURAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-39 tahun 2022 ini menjadi momentum...

Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM, Ganjar Kerahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengerahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah, untuk melakukan input data harga komoditas secara realtime. Hal itu sebagai langkah...

Lapak Ganjar Bangkitkan Usaha Kaos Perjuangan Usai Drop Akibat Pandemi

SEMARANG, Joglo Jateng – Kaos bukan hanya bicara fesyen, tapi juga bisa menjadi media untuk edukasi. Seperti halnya Djoeang Cloth, yang berkampanye lewat sablon...

Taj Yasin Harap Gas Expo 2022 Jadi Awal Optimalisasi Energi

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut baik adanya Forum Operasional Gas Expo 2022. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berharap ajang ini...

Di Era Ganjar, Jaringan Irigrasi Jawa Tengah dalam Kondisi Baik 80 Persen

SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berkomitmen menjaga bangunan irigasi di wilayahnya. Tercatat, ada sekitar 108 Daerah Irigasi (DI) berkondisi bagus, sehingga sebagian...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -