Sabtu, Oktober 1, 2022

Di Era Ganjar, Jaringan Irigrasi Jawa Tengah dalam Kondisi Baik 80 Persen

Must Read

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berkomitmen menjaga bangunan irigasi di wilayahnya. Tercatat, ada sekitar 108 Daerah Irigasi (DI) berkondisi bagus, sehingga sebagian besar lahan sawah petani berkecukupan air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang  (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah Eko Yunianto mengatakan, sesuai kewenangannya Pemerintah Provinsi Jateng mengampu 108 DI yang mengairi lahan mayoritas di Jateng. Total luas lahan pertanian 1,70 juta hektare.

“Kondisi pada 2013 sampai nanti 2023 (periode kepemimpinan Gubernur Jateng Ganjar) kita berbicara data. Kondisi pada tahun 2013 kondisi fisik jaringan irigasi kita adalah 72 persen dalam kondisi baik. Data kami di akhir tahun 2021 ada peningkatan, berkinerja baik atau berkondisi baik menjadi 82,60 persen. Jadi  kenaikannya adalah 10, 60 persen selama periode 2013-2021,” kata Eko, akhir pekan lalu.

Menurutnya, hal itu menunjukkan upaya pemprov secara berkelanjutan, dalam menyikapi  kondisi di lapangan, dengan melakukan kebijakan yang telah ditetapkan. Yaitu, Operasi dan Pemeliharaan jaringan irigasi, Optimalisasi jaringan irigasi, dan Rehabilitasi jaringan irigasi (OPOR)

Pemprov pun berupaya mempertahankan fungsi layanan irigasi sampai saat ini. Dengan representasinya adalah menjaga, merawat dan memelihara jaringan irigasi. Maka tak heran jika kondisi irigasi saat ini mencapai 82,60 persen.

Ditambahkan, daerah irigasi yang menjadi kewenangan pemprov mencapai 108 DI.  Dengan rincian terdiri dari bendung 142 buah, saluran induk sepanjang 305,42 km,  saluran sekunder sepanjang 2.044,68 km, bangunan air 2.489 buah, dan bangunan pelengkap 6.581 buah.

Ada juga berbagai macam bangunan pelengkap lain. Contohnya, bangunan air berupa bangunan bagi, bangunan bagi sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkap lain, yang secara teknis dibutuhkan dalam jaringan irigasi.

Baca juga:  Pengusaha Gugat UMP, Buruh Siap Bekingi Ganjar

Eko menjelaskan, secara umum fungsi irigasi di Jateng adalah menaikkan muka air tertentu untuk melayani areal irigasi tertinggi. Dengan maksud membawa air dari sungai yang ditangkap melalui bendung, kemudian disalurkan melalui saluran induk, saluran sekunder, tersier, dan kuarter, untuk sampai ke petak sawah petani.

“Fungsi utamanya adalah, bagaimana menjamin air ke petani, mulai dari sungai ke dalam sebuah sistem jaringan irigasi,  untuk melayani areal irigasi petani kita,” jelasnya.

Dari kalkulasinya melalui pendekatan estimasi kepemilikan lahan yaitu seperempat hektare per 1 KK, maka tercatat ada sekitar kurang lebih 347.500 KK atau petani bisa terbantu lahannya.

“Bisa bayangkan bagaimana peran Pemerintah Provinsi Jateng sangat strategis agar daya tahan sektor pertanian dalam arti luas tetap terjaga, dalam mendukung upaya baik ketahanan pangan maupun kedaulatan pangan,” ujarnya.

Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Seluna Agus Purwanto menambahkan, salah satu daerah irigasi yang terpantau dalam kondisi baik selain DI Sucen Salatiga, juga DI Logung di Kabupaten Kudus.

Dia menilai kondisi DI Logung dalam keadaan baik, dan sampai saat ini mampu melayani 2.821 hektare lahan yang memanjang di Kecamatan Jekulo dan Mejobo.

Dalam mengairi lahan terdapat jaringan saluran induknya ada 4,8 km, sekundernya 19,5 km, serta adanya induk barat dan induk timur. Karena DI Logung terawat, tercatat ada ribuan petani yang menerima manfaat air irigasinya.

Baca juga:  Pengusaha Gugat UMP, Buruh Siap Bekingi Ganjar

“Alhamdulillah, selama ini walaupun musim kering seperti ini, air selalu  tersedia. Ketersediaan air kita selalu terpenuhi. Memang kita punya waduk (Waduk Logung). Waduk itu dari sisi suplai airnya berlebihan,” jelasnya. (hms/gih)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dari Sport Tourism hingga Sekolah Atlet, Ini Kado Ganjar di Hari Olahraga Nasional 2022

SURAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-39 tahun 2022 ini menjadi momentum...

Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM, Ganjar Kerahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengerahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah, untuk melakukan input data harga komoditas secara realtime. Hal itu sebagai langkah...

Lapak Ganjar Bangkitkan Usaha Kaos Perjuangan Usai Drop Akibat Pandemi

SEMARANG, Joglo Jateng – Kaos bukan hanya bicara fesyen, tapi juga bisa menjadi media untuk edukasi. Seperti halnya Djoeang Cloth, yang berkampanye lewat sablon...

Taj Yasin Harap Gas Expo 2022 Jadi Awal Optimalisasi Energi

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut baik adanya Forum Operasional Gas Expo 2022. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berharap ajang ini...

Di Era Ganjar, Jaringan Irigrasi Jawa Tengah dalam Kondisi Baik 80 Persen

SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berkomitmen menjaga bangunan irigasi di wilayahnya. Tercatat, ada sekitar 108 Daerah Irigasi (DI) berkondisi bagus, sehingga sebagian...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -